Baca Juga
MALANG – Perkembangan dunia yang bergerak begitu cepat menuntut generasi muda untuk terus belajar, berpikir kritis, dan memperluas wawasan. Pesan itulah yang disampaikan Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, S.Sos., M.M.S., M.Han., saat menjadi narasumber dalam kegiatan External Action yang diselenggarakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Chapter Universitas Muhammadiyah Malang di Auditorium GKB V Kampus III UMM, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “The Spill-Over of Iran’s War and Reflections on Indonesia’s Defense” tersebut diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai program studi. Forum ini menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan dunia sekaligus melihat bagaimana sebuah peristiwa internasional dapat menjadi bahan pembelajaran bagi generasi muda Indonesia.
Dalam penyampaian nya, Danrem menekankan pentingnya membangun budaya belajar dan meningkatkan kepedulian terhadap berbagai perkembangan yang terjadi di tingkat global. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya fokus pada bidang ilmu yang dipelajari di bangku kuliah, tetapi juga perlu memahami dinamika dunia yang terus berubah.
"Mahasiswa jangan hanya menjadi penonton terhadap berbagai peristiwa yang terjadi di dunia. Generasi muda harus mampu memahami, menganalisis, dan mengambil pelajaran dari setiap perkembangan agar memiliki wawasan yang luas dan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa," ujar Danrem.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan serta berdiskusi mengenai berbagai isu yang berkembang di dunia internasional. Berbagai pandangan dan gagasan muncul, mencerminkan tingginya semangat belajar serta rasa ingin tahu mahasiswa terhadap isu-isu strategis.
Danrem juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi menuntut generasi muda untuk lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang diterima setiap hari. Kemampuan berpikir kritis, menurutnya, menjadi salah satu kunci agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.
"Di era digital saat ini, informasi datang begitu cepat. Karena itu mahasiswa harus memiliki kemampuan menyaring informasi, memperkaya wawasan, dan membangun cara berpikir yang objektif sehingga mampu menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter," tambahnya.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga menjadi wadah mempererat sinergi antara dunia pendidikan dan berbagai elemen masyarakat dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Melalui diskusi yang terbuka dan interaktif, para peserta memperoleh kesempatan untuk memperluas perspektif sekaligus memahami pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan.
Di akhir kegiatan, Danrem berharap semangat belajar, berdiskusi, dan berinovasi terus tumbuh di kalangan mahasiswa. Menurutnya, bangsa yang besar membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga kepedulian dan kemauan untuk berkontribusi bagi kemajuan Indonesia. (*)

Posting Komentar